Sewa Mobil Dari Jogja ke Dieng

Sewa mobil dari Jogja ke Dieng – Rental mobil Jogja ke Dieng untuk Wisata, Pribadi, Perorangan ataupun Rombongan. Tersedia berbagai macam jenis mobil yang bisa di sewa dari Avilo Tour & Travel Yogyakarta. Anda bisa memilih mobil yang bisa anda sesuaikan sendiri kapasitasnya. Tersedia Avanza, Innova, Isuzu ELF Short & Long, Hiace. Sewa mobil dengan sopir dari Yogyakarta ke Dieng Wonosobo.

Memang tak bisa di pisahkan antara liburan dengan sarana transportasi. Liburan memang memberikan kesan tersendiri untuk setiap orang. Baik itu untuk menenangkan pikiran atau santai sejenak melepas beban pekerjaan. Mereka yang berlibur memilih pergi ke daerah-daerah yang ramai atau sepi, seperti ke Gunung, ke Pantai, maupun ke Kota-kota yang ramai orang.

sewa mobil dari jogja ke dieng

Seperti pergi ke Dieng misalnya. Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Baca Juga: Sewa Mobil Jogja Murah

Dataran Tinggi Dieng / Dieng Plateau

Dieng memiliki ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20 °C di siang hari dan 6—10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (“Dieng Wetan”), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah.

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Teori lain menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda (“di hyang”) karena diperkirakan pada masa pra-Medang (sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Dataran Tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor, dan banjir.

Selain kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan. Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik (“suka panas”) yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

Kawah-kawah

Kawah aktif di Dieng merupakan kepundan bagi aktivitas vulkanik di bawah dataran tinggi. Pemantauan aktivitas dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng di Kecamatan Karangtengah. Berikut adalah kawah-kawah aktif yang dipantau:

  • Candradimuka
  • Sibanteng
  • Siglagah
  • Sikendang, berpotensi gas beracun
  • Sikidang
  • Sileri
  • Sinila, berpotensi gas beracun
  • Timbang, berpotensi gas beracun

Kawah Sibanteng

  • Sibanteng terletak di Desa Dieng Kulon. Kawah ini pernah meletus freatik pada bulan Januari 2009 (15/1)[2], menyebabkan kawasan wisata Dieng harus ditutup beberapa hari untuk mengantisipasi terjadinya bencana keracunan gas. Letusan lumpurnya terdengar hingga 2 km, merusak hutan milik Perhutani di sekitarnya, dan menyebabkan longsor yang membendung Kali Putih, anak Sungai Serayu. Kawah Sibanteng pernah pula meletus pada bulan Juli 2003.

Kawah Sikidang

  • Sikidang adalah kawah di DTD yang paling populer dikunjungi wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari karakter inilah namanya berasal karena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa).

Kawah Sileri

  • Sileri adalah kawah yang paling aktif dan pernah meletus beberapa kali (berdasarkan catatan: tahun 1944, 1964, 1984, Juli 2003, dan September 2009). Pada aktivitas freatik (26 September 2009) muncul tiga celah kawah baru disertai dengan pancaran material setinggi 200 meter. Pada Minggu, 30 April 2017 terjadi letusan freatik di Kawah Sileri yang menyemburkan lumpur dan melontarkan kerikil / batuan, menyebabkan 12 orang wisatawan mengalami luka ringan karena jarak yang terlalu dekat (20 meter dari bibir kawah) serta akibat tidak mengikuti rekomendasi untuk tidak mendekati bibir kawah di bawah 100 meter.

Kawah Sinila

  • Sinila terletak di antara Desa Batur, Desa Sumberejo, dan Desa Pekasiran, Kecamatan Batur. Kawah Sinila pernah meletus pada pagi hari tahun 1979, tepatnya 20 Februari 1979. Gempa yang ditimbulkan membuat warga berlarian ke luar rumah, namun mereka terperangkap gas racun yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila. Sejumlah warga (149 jiwa) dan ternak tewas keracunan gas karbondioksida yang terlepas dan menyebar ke wilayah pemukiman.

Kawah Timbang

  • Timbang adalah kawah yang terletak di dekat Sinila dan beraktivitas sedang. Meskipun kurang aktif, kawah ini merupakan sumber gas CO2 berkonsentrasi tinggi yang memakan ratusan korban pada tahun 1979. Kawah ini terakhir tercatat mengalami kenaikan aktivitas pada bulan Mei 2011 dengan menyemburkan asap putih setinggi 20 meter, mengeluarkan CO2 dalam konsentrasi melebihi ambang aman (1.000 ppm, konsentrasi normal di udara mendekati 400 ppm) dan memunculkan gempa vulkanik. Pada tanggal 31 Mei 2011 pagi, kawah ini kembali melepaskan gas CO2 hingga mencapai 1% v/v (100.000 ppm) disertai dengan gempa tremor. Akibatnya semua aktivitas dalam radius 1 km dilarang dan warga Dusun Simbar dan Dusun Serang diungsikan.

Dieng memiliki iklim hangat dan sedang. Berdasarkan klasifikasi iklim Köppen, Dieng masuk dalam golongan Cwb, dengan musim kemarau yang dingin dan musim hujan yang relatif lebih hangat. Rata-rata suhu tahunan di Dieng adalah 14.0 °C.

Baca Juga: Rental Mobil Semarang

Objek wisata di Dieng

Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai objek wisata dan dikelola bersama oleh dua kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Berikut beberapa objek wisata di Dieng.

  • Telaga: Telaga Warna, sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
  • Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
  • Kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7 Masehi, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, Candi Nakula-Sadewa, Candi Parikesit, dan Candi Dwarawati.
  • Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.
  • Sumur Jalatunda
  • Dieng Volcanic Theater, teater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng.
  • Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Memiliki teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
  • Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air).

Si Kunir adalah Wisata Populer di Dieng

Bukit Sikunir Dieng, atau lebih terkenalnya di sebut dengan Puncak Sikunir merupakan salah satu destinasi favorit yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Keindahan golden sunrise-nya selalu dinanti wisatawan lokal maupun mancanegara setiap harinya. Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit ini adalah saat musim kemarau, atau tepatnya saat Juli hingga Oktober. Karena dengan memasuki kemarau tersebut, kecantikan sunrise yang dinantikan pengunjung kemungkinan besar tidak akan terhalang dengan kabut tebal.

Selain itu, gumpalan awan juga bisa terlihat bila tidak ada kabut. Pemandangan ini tentunya akan semakin memanjakan mata dengan melihat sunrise sekaligus hamparan awan yang menakjubkan. Meskipun musim kemarau identik dengan suhu yang tinggi, di Dataran Dieng kebalikannya. Justru suhunya bisa mencapai 0 derajat. Oleh sebab itu, ketika berkunjung ke Dieng saat musim kemarau, disarankan untuk menggunakan jaket yang tebal.

Sebelum Menuju Puncak Sikunir, Pengunjung Bertemu Telaga Cebong.

Iya, pengunjung akan disuguhkan keindahan lain sebelum mencapai Puncak Sikunir, yaitu Telaga Cebong. Telaga ini masih sangat alami. Selain dapat menikmati udara yang sangat sejuk, pengunjung juga akan dimanjakan dengan hamparan tebing-tebing Puncak Sikunir.

Menariknya, pengunjung dapat mendirikan tenda untuk bisa bermalam di tepi Telaga Cebong. Di sini juga sudah disediakan warung-warung makanan kecil yang menjajankan berbagai makanan dan oleh-oleh khas Dieng. Sehingga tidak perlu takut kelaparan, ya!

Di Telaga Cebong juga terdapat pos pendakian. Pos ini baru dibuka oleh pengurus sekitar jam 02.00 dinihari. Alasannya adalah untuk mengantisipasi kecelakaan ataupun hal-hal di luar dugaan yang tidak diinginkan mengingat jalurnya yang melewati tebing-tebing dan jurang.

Meskipun didampingi oleh tebing dan jurang, jalur menuju Puncak Sikunir ini tidak begitu sulit. Pengurus sudah membuka beberapa jalur dan tinggal mengikuti petunjuknya saja. Pengunjung hanya perlu membawa senter karena penerangan yang minim selama pendakian.

Ada Juga Deretan Gunung-gunung Tinggi di Pulau Jawa

Puncak Sikunir tidak hanya menawarkan golden sunrise-nya saja. Melainkan di sini juga terlihat lanskap deretan beberapa gunung tinggi di Pulau Jawa, seperti Gunung Sindoro yang berselimut kabut tipis dan berdampingan dengan Gunung Kembang dan Gunung Sumbing.

Tak jauh dari ketiga gunung itu akan terlihat Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan Gunung Ungaran yang menjulang tinggi. Pemandangan gunung-gunung ini akan semakin terlihat lebih indah saat matahari sudah berada di atasnya. Pasti para pecinta fotografi dan traveller tidak mau ketinggalan pemandangan seperti ini, kan?

Lahan Pertanian dan Kearifan Lokal Desa Sembungan

Selama di kawasan Bukit Sikunir, pengunjung juga dapat menikmati hamparan lahan-lahan pertanian penduduk Desa Sembungan. Lahan ini didominasi dengan tanaman kentang dan carica (tanaman khas Dieng yang menyerupai pepaya) yang berada di kaki dan lereng Bukit Sikunir. Ada juga pemukiman penduduk dengan masjid berkubah tinggi yang tak kalah asyik untuk dijadikan latar belakang foto.

Pengunjung juga bisa mendapatkan sambutan hangat nan ramah dari penduduk Desa Sembungan. Kesan bersahabat yang disuguhkan membuat pengunjung betah berlama-lama dan bercengkerama dengan mereka. Tidak jarang pengunjung akan sering diajak mampir oleh mereka.

Wah, banyak sekali ya yang bisa didapat kalau mengunjungi Bukit Sikunir Dieng. Jadi apakah kamu mau memasukkan Bukit Sikunir ini dalam daftar tempat wajib kunjung? Atau bahkan sudah pernah menjejakkan kaki di sini? Yang pasti, jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan, ya supaya alam Sikunir tetap asri dan layak dikunjungi!

Kami sebagai penyedia jasa Tour & Travel Yogyakarta menawarkan untuk anda jasa sewa mobil dari Jogja ke Dieng. Sebagian besar wisatawan yang akan pergi ke Dieng, mereka memilih tinggal di Yogyakarta walaupun jaraknya cukup jauh untuk ke Dieng.

Harga Sewa Mobil Jogja ke Dieng


TIPE MOBILKAPASITASHARGA
TOYOTA AVANZA5 PenumpangRp. 900.000,-
TOYOTA INNOVA REBORN5 PenumpangRp. 1.200.000,-
HIACE COMMUTER10-15 PenumpangRp. 1.500.000,-

Ketentuan Harga Diatas:

  • Harga diatas adalah harga pas yang kami tawarkan
  • Harga diatas sudah termasuk Mobil, Sopir, BBM serta Parkir di lokasi
  • Harga diatas tidak valid saat hari libur Lebaran, Natal & Tahun Baru
  • Tidak termasuk: Biaya Tiket Masuk, Sarapan atau Makan Siang
  • Pemakaian: Penjemputan pukul 22.00 WIB lalu pulang dari Dieng pukul 9.00 WIB
  • Rute dengan harga diatas sudah mengunjungi: Bukit Sikunir, Batu Ratapan Angin & Sikidang Crater
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments