Pengertian Biosolar | Bahan Pembuatan, Perbedaan Antara Solar dan Biosolar

pengertian biosolar

Pengertian Biosolar – Tentunya bahan bakar kendaraan yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Salah satu bahan bakar yang digunakan untuk mesin diesel ini banyak kita temui di pom atau tempat pengisian bahan bakar kendaraan. Bahan bakar minyak atau yang lebih simpel di sebut bbm atau minyak bumi seperti solar, bensin dan avtur adalah salah satu sumberdaya yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup umat manusia. Namun, sayangnya minyak bumi bukanlah sumber daya yang bisa terus digunakan dan tidak dapat di diperbarui. Minyak bumi tentu bisa habis karena seringnya dipakai oleh manusia.

Masalah tersebut tentunya akan menjadikan kekhawatiran bagi para pengguna kendaraan. Oleh karena itu, para ilmuwan terus berusaha mencari bahan bakar alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan pengganti seperti biosolar. Seperti namanya, solar dan biosolar tentu mempunyai perbedaan yang bisa kita lihat dari cara dan bahan pembuatnya. Jika solar dihasilkan dari fosil, sedangkan biosolar dihasilkan dari bahan tanaman. Pada artikel kali ini kita akan membahas sedikit tentang biosolar dan bahan pembuatnya.

Bahan Pembuatan Biosolar

Biosolar adalah bahan bakar minyak yang berasal dari tanaman. Seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya, biosolar terbuat dari tanaman atau bahan nabati. Biosolar terbuat dari buah atau biji tanaman, ada beberapa buah atau biji tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan biosolar, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Biji Jarak Pagar
  • Buah Kemiri
  • Nyamplung
  • Kacang Tanah
  • Biji Kapuk atau Biji Pohon Randu

Dapat kita lihat dari penjelasan dan jenis-jenis tanaman diatas bisa kita simpulkan bahwa bahan bakar kendaraan bio solar tidak akan habis karena tanaman-tanaman diatas dapat dengan mudah ditemukan dan di budidayakan. Oleh karena itu, maka sangat wajar apabila banyak pihak meyakini bahwa biosolar adalah solusi yang tepat sebagai bahan pengganti solar yang berasal dari fosil, dan tentunya akan sangat berguna bagi masa depan. Selain bahan-bahan alami yang disebutkan tadi, mungkin masih ada bahan-bahan nabati lainnya yang bisa di manfaatkan. Belakangan ini ada kabar yang menyatakan bahwa minyak kelapa sawit sudah mulai bisa dikembangkan menjadi bahan bakar pesawat (avtur).

Perbedaan Solar dan Biosolar

Selain dari cara dan bahan pembuatannya, masih ada beberapa perbedaan solar dan biosolar yang harus anda ketahui. Perbedaan solar dan biosolar antara lain sebagai berikut ini:

Kandungan Energi

  • Tentunya dari beberapa pernyataan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa solar dan biosolar tentu mempunyai kandungan energi yang berbeda dikarenakan bahan pembuatnya juga berbeda. Biosolar mempunyai kandungan energi yang yang lebih rendah daripada solar, perbedaan tingkat kandungan energi antar keduanya diperkirakan sebesar 11 persen. Sudah bisa dipastikan dari kandungan energi yang lebih rendah, biosolar akan menghasilkan tenaga yang lebih kecil daripada solar biasa.

Kadar Sulfur

  • Untuk kadar sulruf biosolar memiliki kadar sulfur yang lebih rendah dibandingkan dengan solar biasa. Tentunya dalam kasus ini biosolar lebih unggul dibandingkan dengan solar. Hal ini juga berarti biosolar menghasilkan karbon dioksida yang lebih rendah. Maka dari itu bisa kita simpulkan bahwa biosolar dapat kita simpulkan sebagai bahan bakar yang ramah dengan lingkungan.

Kekuatan Proses Oksidasi

  • Biosolar menghasilkan proses oksidasi yang tidak sekuat solar. Ini merupakan salah satu perbedaan solar dan biosolar. Kekuatan proses oksidasi yang lebih rendah menyebabkan masalah pada proses penyimpanan, masalah pada proses penyimpanan ini dapat mengakibatkan penyumbatan pada bagian-bagian mesin.

Dari beberapa penjelasan di atas yang terkait dengan perbedaan solar dan biosolar, dapat kita simpulkan bahwa kedua bahan bakar ini memiliki kelemahan dan keunggulannya masing-masing untuk mesin kendaraan. Namun dari segi potensi, kita tidak bisa memungkiri bahwa potensi biosolar lebih baik sebagai bahan bakar alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti solar di masa yang akan datang. Untuk itulah mari kita bersama-sama mendukung para ahli untuk berinovasi dan menciptakan bahan bakar yang ramah dengan lingkungan.